Travelling Itu Investasi


Kenapa travelling itu investasi, kalo untuk aku sih investasinya itu di pengalaman dan rasa kagum yang hanya bisa dirasakan oleh diri sendiri ketika sampai di tempat tertentu. Apa itu bisa dijadikan investasi? Ohhh iya, rasa bahagia dan rasa kagum itu investasi yang unlimited kalo buat aku. Jadi mungkin di setiap orang akan berbeda-beda sih rasanya.

Jadi aku masih ingat sekali rasa kagumku ketika pertama kali melihat Waisak di Borobodur kala itu, dan sampai sekarang aku masih ingat sekali bagaimana rasanya. Dan aku pun masih ingat rasanya pertama kali aku melihat sabana Bromo kala itu, ketika aku mau mendaki Semeru. Yah, rasa kagum itu, rasa haru itu, rasa syukur itulah yang buatku itu adalah investasi yang tak ternilai.

Lihat : Travel for Pre Wedding



Investasi yang yang satu ini memang bukan untuk diuangkan, tapi menambah experience. Sama halnya kita beramal, itu gak bakal nambah pundi-pundi keuangan, tapi kita investasi kebaikan. Yah salah satu keuntungan travelling pun menambah teman yang berada nun jauh disana, nah itu juga bisa masuk investasi nambah sodara.

Ya, ada kalanya aku ngawur banget ketika lagi jalan-jalan. Bawa uang secukupnya untuk satu perjalanan. Pernah cuman bawa 250 ribu doang sampe ke Bandung dan Sukabumi, pernah juga bawa cuman bawa 150 ribu doang untuk keliling Pacitan dan ke Wonosari, pernah juga sampai Bali cuman bawa 50 ribu doang. Yah, ini jadi pembelajaran sendiri buatku lah, soalnya travelling seperti ini akan sangat beresiko sekali, selain gak bisa makan takut gak bisa pulang. Hahaha

Lihat : Panorama Pantai Klayar Pacitan 



Jadi, kemarin ketika ikut Kopdar Investarian Manulife. Ada hal yang menarik buat aku yaitu tentang investasi untuk travelling. Masuk akal juga ketika travelling dan duitnya gak cukup lalu pinjem uang, pada akhirnya kita akan bayar bunga dan biaya travellingnya jadi lebih mahal. Tapi ketika kita mau menunda dulu dan kemudian manabung itu akan jadi cerita bebeda, biayannya akan terkontrol.

Tapi beda lagi ketika kita gak cuman menabung tapi kita investasikan tabungan tersebut, apa yang akan terjadi bila begini. Yah, dengan tidak sadar tabungan itu kan jadi lebih banyak dengan apa yang kita tabungkan. Jadi asumsinya kita bisa travelling di dua tempat sekaligus. Karena tabungan yang kita investasikan jumlahnya bisa berkembang dua kali lipat lebih banyak daripada yang kita tabungkan.

Lihat : Baluran Tidak Hanya Sabana Bekol


Yah, tapi untuk cara ini monggo aja, itu kebijakan masing-masing individu. Ada yang suka nggembel kayak aku, ada juga yang emang harus dipikir matang-matang, ada juga yang suka share cost. Tapi mungkin untuk cara investasi ini akan aku aplikasikan ke bucket listku yang mahal. Aku memang gak suka ke luar negri, tapi ada satu negara yang pengen banget aku kunjungi. Yaitu Jerusalem, mungkin ini akan jadi trip mahalku kalo kesampaian.

Kalo kalian gimana gengs??



Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

8 comments

comments
10 Oktober 2018 14.18 delete

Mau dong kak ikutan trip mahal ke Jerusalem.
Nabungnya yang nggak kena inflasi dimana nih?

Reply
avatar
10 Oktober 2018 14.29 delete

blaisss, aku ae meramu belum dapet yang pas okh kak...hahha

Reply
avatar
10 Oktober 2018 21.27 delete

Takjuuuub dengan keberanian traveling cuma berbekal 50-250ribu. :o
Btw, aku sepakat soal investasi itu. Ada kepuasan batin yg tak ternilai ya. :)

Reply
avatar
11 Oktober 2018 07.52 delete

Traveling emang sebuah investasi, kita bisa punya banyak cerita buat anak cucu.

Reply
avatar
11 Oktober 2018 09.27 delete

batinnya puas mbak, tapi deg-degan gak bisa pulang, hahahhaha

Reply
avatar
11 Oktober 2018 09.28 delete

ya paling gak, buat pembelajaran diri sendiri jadi lebih baik, bukan untuk jago-jagoan :)

Reply
avatar
14 Oktober 2018 13.39 delete

Nah ..aku gak berani nih traveling yg model menggembel bgtu..hehe..maklum lah ya..emak2..hehe..

Reply
avatar
14 Oktober 2018 22.14 delete

hahahaha, jangan mbak, itu berat, biar aku aja...hiihihi

Reply
avatar