Pengaturan Kamera Untuk Motret Milkyway | Sony a6000

Mei 18, 2018

Banyak yang tanya sih setingan untuk motret milkyway kayak gimana sih harusnya?
Oke, saya akan bahas satu-satu hasil foto yang saya jepret ya. Kenapa setingan saya harus seperti itu.

Sebenernya untuk motret malam gini sih tetep aja harus test shoot dulu sih, sebelum hasilnya sesuai yang diinginkan. Karena contoh kasus, di saya pribadi adalah suka bereksplorasi dengan setingan di kamera, "misal tak buat gini gimana ya kalo gitu gimana ya".

Sebenernya ada pentingnya juga riset dulu sebelum motret, selain kita tahu lokasinya kita bisa tahu kebutuhan apa saja yang harus disiapkan, misal butuh senter atau alat bantu lainnya.

https://www.kulkasgendong.com/

Oke untuk foto diatas, lokasinya adalah Teluk Awur Jepara. Kamera menggunakan sony a6000 memakai lensa rokinon 10mm. Kenapa saya menggunakan pengaturan seperti yang tertera pada gambar di atas, karena sebenernya tempat ini gelap sekali, dengan F/2.8 minimal saya gak terlalu memaksakan iso lebih tinggi disini dan saya ingin menampakan sedikit foreground disini. Dan kenapa speed tidak saya lambatkan lagi, karena saya tidak ingin bintangnya jadi bergaris.

https://www.kulkasgendong.com/

Untuk foto kedua lokasi di pantai Wedi Ombo Gunungkidul. Masih dengan kamera yang sama dan lensa yang sama. Kenapa pengaturannya seperti itu, kondisi sebenarnya dari pantai ini gak terlalu gelap sih karena banyak yang camping dan ada lampu-lampu warung dibelakang saya. Dengan kondisi seperti ini, asumsinya foreground akan aman ketika motret dengan F/4 agar ruang tajamnya jadi lebar. Tetapi akan memaksa untuk speed lebih lambat lagi. Dan juga disini agak mengorbankan iso yang lebih tinggi. alhasil milkywaynya tajem banget tapi foreground ancur karena noise.

https://www.kulkasgendong.com/

Lanjut foto ketiga, lokasinya Candi Gedong Songo. Kamera masih sama dan juga lensanya. Kenapa saya pakai f/4 untuk motret ini padahal lensa rokinon 10mm F-stopnya F/2.8. Kembali lagi karena saya ingin ruang tajam yang lebar pada gambar ini. Karena cahaya foreground ini cukup jadi saya gak terlalu mengorbankan iso tinggi disni dengan speed 20sec sudah cukup cahaya yang masuk kamera agar cahaya dari senter kecil dari sebelah kiri terlihat seperti cahaya normal dan tidak terlalu terang. Ya, foto ini ada bantuan senter kecil untuk menerangi sisi candi sebelah kiri.

https://www.kulkasgendong.com/

Foto selanjutnya berlokasi di dermaga Karimunjawa. Jujur saja awalnya bingung juga mau motret sini karena kalau saya ambil foregroundnya dermaga akan sangatlah terang, jadi sebenernya di belakang kamera dermaganya lampunya terang banget. Disini saya mengambil langsung ke arah depan dengan foreground lampu-lampu dan sedikit pulau. Kenapa pengaturannya seperti diatas, karena saya tidak ingin speednya sangat lambat, itu bisa membuat cahaya dibelakang saya akan memantul ke pantai dan hasilnya air lautnya akan terang sebelah. Kalo diperhatikan ada warna biru di airnya, ya itulah pantulan dari lampu dermaga.

https://www.kulkasgendong.com/

Foto selanjutnya dengan lokasi Bukit Love Karimunjawa. Kamera sony a6000 dengan lensa rokinon 10mm. Oke, ini kenapa harus F/4 selain foregroundnya memang cahayanya cukup, tapi juga karena saya butuh ruang tajam yang lebar untuk foto ini. Jarak antara foreground dengan kamera kira-kira hanya 1,5 meter, jadi kalo memaksakan dengan F/besar background milkyway akan kurang tajam.

https://www.kulkasgendong.com/

Foto berikutnya berlokasi di Ranu Kumbolo Gunung Semeru. Kamera tetap sony a6000 dan lensa juga sama rokinon 10mm. kondisi ini yang kadang membuat kita gagal motret milkyway, karena bulan berdampingan dengan milkyway, tapi kenapa disini bisa kelihatan walaupun tipis, karena memang polusi cahaya disini sangatlah minim. Sebenernya ada enaknya kalo milkyway dan bulan muncul bareng, tapi gak berdampingan ya!! tapi pas sisi berlawanan. Wah itu posisi dambaan banget karena dengan psosisi seperti itu setingan kamera akan lebih mudah. Iso bisa rendah bukaan bisa jadi lebih kecil biar ruang tajamnya lebar, dan juga speednya gak "ngoyo bangetlah pokoknya" seperti pengaturan di atas.

https://www.kulkasgendong.com/

Foto selanjutnya lokasinya di Gunung Bromo. Kamera masih sama tapi lensanya pakai kit, ini sebelum saya ada lensa 10mm. Ini memang bukan milkyway, tapi ketika ingin memotert seperti ini yang diharapakan adalah bintangnya bergaris, jadi memang pengaturan speednya selambat mungkin, agar bintangnya bergaris. Ini memang bukan hasil dari satu foto tapi puluhan foto yang dijadikan satu. Yah untuk startrail, besok lagi akan saya bagi triknya.

Jadi kesimpulan untuk memotret malam, yang pertama dilakukan adalah mengetahui foto seperti apa yang ingin dibuat, misal ingin ada foregroundnya atau tidak, kalo gelap ada bantuan cahaya atau tidak, lihat kondisi cahaya sekitar, bisa merusak pencahayaan gambar atau tidak. Yang penting adalah lakukan test shoot terlebih dahulu pengaturan selanjutnya adalah atur setingan yang paling dekat dengan test shoot tersebut. Apabila masih mentok dan harus iso yang ditinggikan ya tidak masalah, seperti kata mbah Darwis "mending dapet gambar noise daripada tidak sama sekali". Kalo masalah speed saya punya patokan dari 10sec sampai 25 sec agar bintangnya tidak bergaris.

Oke sekian dulu, kalo ada pertanyaan silakan tinggalkan komentar.

Untuk melihat hasil yang lain bisa langsung meluncur ke link-link di bawah ini

https://www.kulkasgendong.com/2014/09/milky-way-and-sunrise-in-sikunir-dieng.html

https://www.kulkasgendong.com/2014/09/milky-way-at-siung-beach-pantai-siung.html

https://www.kulkasgendong.com/2018/04/motret-malam-di-rawa-pening.html

https://www.kulkasgendong.com/2016/02/bromo-diary-foto-star-trail-and.html

https://www.kulkasgendong.com/2015/04/serenity-from-peak-of-mount-lawu.html

You Might Also Like

4 komentar

  1. Joss...

    Kalo milky way bagus itu kalo nggak salah Juli-Agustus ya..?

    BalasHapus
  2. ya dari mei sih harusnya dah mulai enak cuacanya, belum tentu agustus om, jadi kalo cuaca enak oktober masih dapet ciamik kok

    BalasHapus
  3. Deta, kamera kita sama! Ajarin aku motret milkyway buruan, hahaha!

    BalasHapus
    Balasan
    1. wuihh, om gio...siap banget dong saya kalo bagi2 ilmu

      Hapus