Tentang Sesama Bangsa Indonesia

September 19, 2017


Ini cerita tentang perjalanan kami menelusuri Sumatra, perjalanan yang kami mulai dari Jakarta menuju Sabang melalui jalur darat. Perjalanan selama berminggu menggunakan mobil yang bisa dibilang punya banyak kendala.


Kami percaya apabila kami mengalami kesulitan, pasti paling tidak satu orang akan membantu kami. Karena kami sadar diri perjalanan panjang ini, tidak mungkin berhasil tanpa bantuan orang lain. Dari sinilah saya mendapatkan pengalaman bagaimana kita yang sebangsa ini bisa saling menolong tanpa kita memandang saya atau kamu itu siapa. Dengan berbekal teman di sosmed yang belum pernah bertemu sama sekali, kami memulai perjalanan ini.

"Om Ipul, jadi ini total berapa habisnya Om?"
"Sudah nggak usah, saya niatnya emang bantuin. 
Ada kalanya kita cari duit tapi ada kalanya kita bantuin saudara jauh kita."

Ketika kami sampai Medan, mobil sudah dalam keadaan yang tidak prima karena setiap mobil berhenti istirahat, saat itulah kami juga harus mendorong mobil agar menyala kembali. Untunglah ada Bang Ipul, ia menelpon dan meminta kami untuk membawa mobil ke bengkelnya. Pengalaman itu yang selalu terngiang-ngiang di pikiran saya, bagaimana seorang yang tidak kenal kita sama sekali tetapi bisa percaya pada kita. Ini adalah salah satu dampak baik dari sosmed.


Itulah yang terlintas di pikiran saya saat menghadiri acara "Netizen Semarang Ngobrol Bareng MPR RI". Saat sedang berbicara tentang Indonesia yang terdiri dari banyak suku. Saya percaya bahwa bangsa ini sebenarnya banyak yang menyadari bahwa kita ini adalah saudara setanah air, tinggal kita mau mempraktekannya atau tidak.


Disini acara ini kita berdiskusi tentang "4 Pilar Kebangsaan Indonesia" yang selama ini digunakan oleh Indonesia untuk menjaga keutuhan bangsa ini. 4 pilar tersebut yaitu,

  1. Pancasila 
  2. UUD 1945 ( Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 ) 
  3. NKRI ( Negara Kesatuan Republik Indonesia ) 
  4. Bhineka Tunggal Ika.

Tentu semakin berkembangnya jaman, media uantuk menyampaikan pesan pada khalayak umum juga ikut berkembang. Oleh sebab itu kita juga membahas tentang sosmed yang berperan aktif dalam menjaga bangsa ini agar tidak tersesat dengan informasi-informasi yang merusak. Ini sebenarnya sudah salah satu cara menjaga "4 Pilar Kebangsaan Indonesia". Sosmed itu mempunyai dampak yang besar tapi juga sangat destruktif apabila digunakan dengan salah.

Kebetulan saya pernah bekerja di salah satu media cetak di Semarang, jadi sedikit banyak saya tahu proses dan alur bagaimana sebuah berita tersaji untuk khalayak umum. Dan bagaimana berita itu tersaring dengan baik agar berita tersebut tidak menjadi polemik di masyarakat.

Oleh sebab itu, sebagai pemuda dan pengguna aktif sosmed, sebisa mungkin kita harus menyaring informasi dengan baik dan benar. Ada salah satu quote yang menarik dari para narasumber yang dihadirkan dalam acara tersebut.

Membangun karakter bangsa itu never ending proses,
dan menjadi Indonesia itu juga never ending proses.



Jadi apakah kita masih saudara sebangsa? jawabanya ada pada diri kalian masing-masing.

You Might Also Like

3 komentar

  1. Yuk ramaikan lagi dan tunjukkan bahwa kita masih bangsa yang ramah dan tulus biar keutuhan NKRI tetap terjaga..

    BalasHapus
  2. Betul membuat semua orang berakhlak dan berkarakter baik harus kita mulai dari keluarga kecil kita

    BalasHapus
  3. Jadi, apakah kita saudara sebangsa? Jawabannya ya tentu saja :)

    BalasHapus