Travel for Pre Wedding

https://www.kulkasgendong.com/

Travel for preweding, tak mudah memang melakukan perjalanan hanya untuk membuat gambar yang nantinya akan dijadikan foto preweding untuk pernikahan. Tapi setelah menjalaninya saya jadi tahu trik untuk mengakali itu semua.

Setiap orang yang melakukan perjalanan pasti memiliki tujuan yang berbeda satu sama lain. Untuk saya,


Sejauh apapun kaki melangkah, sedalam kaki tenggelam dan setinggi kaki menapak,
saya pasti pulang.


Saya melakukan perjalan dengan seseorang yang saat ini telah menjadi istri saya, salah satunya untuk mendapatkan ceceran foto perjalanan. Dulu, saya punya angan-angan untuk melakukan foto prewedding dengan berkeliling Indonesia. Sayangnya apalah daya, sebisa kaki melangkah saja, jadilah beberapa ceceran foto tersebut dari sedikit jengkal tanah Indonesia.

Baca juga : Milky Way di Pantai Siung



https://www.kulkasgendong.com/

https://www.kulkasgendong.com/



https://www.kulkasgendong.com/


https://www.kulkasgendong.com/


https://www.kulkasgendong.com/


https://www.kulkasgendong.com/

Tercetus ide darinya untuk mengabadikan momentum perjalanan kami. Salah satunya terinspirasi dari Murad Osman, walau alakadarnya sekali. Jadilah kemana kami jalan, kami menyempatkan untuk mengambil gambar walau hanya satu kali.

Kami tak pernah membayangkan sebelumnya, tapi apa yang kami punya cukup banyak. Menjadikan ceceran foto-foto yang ada menjadi sebuah kolase prewedding bukan perkara mudah memang. Pada umumnya, kolase seperti itu dibuat dengan serius, melibatkan beberapa pihak, tak hanya fotografer tapi juga stylist dsb. Di sini, kami mendapatkannya dari remote shuter, timer, teman sendiri, atau meminta tolong kepada mereka yang berpapasan dengan kami.


Baca juga : Milky Way Dan Sunrise Di Sikunir Dieng


Bukan kelewat ngirit dan tidak mau mengeluarkan dana lebih untuk sesi ini, tapi buat kami melihat ceceran foto ini terpasang di dinding rumah itu menjadi sebuah kenangan yang penuh dengan cerita. Mengingatkan bagaimana proses yang kami lewati bersama mereka yang kami temui di luar sana.



https://www.kulkasgendong.com/

https://www.kulkasgendong.com/

https://www.kulkasgendong.com/


https://www.kulkasgendong.com/

https://www.kulkasgendong.com/


https://www.kulkasgendong.com/

https://www.kulkasgendong.com/

Mantan dosen saya yang juga fotografer dan wartawan idola saya dan istri, M. Fahmi Maulana bertanya kepada kami, 'apa esensi dari prewedding itu?'. Saya hanya bisa diam setelah berdiskusi tentang tema yang akan kami angkat untuk foto-foto kami.

Lalu beliau melanjutkan, 'prewedding adalah gambar yang bisa menceritakan siapa kalian, bagaimana kalian bertemu, apa yang sering kalian lakukan..'.


'Ooooo cah edaaaaaan!' (dasar orang gila!), ia berkomentar kaget.


Saat itu beliau tak tahu, bahwa hari pernikahan kami kurang dari 7 hari lagi. Sebenarnya beliau ingin memotret kami untuk sesi prewedding pernikahan kami. Dan akhirnya, H-5 sebelum akad nikah dilangsungkan kami ngelayap bersama ke lokasi paling dekat. Ditemani oleh Mas Ranin, dan juga musuh terbesar saya Aar yang bersedia menjadi supir kami hari itu. (masukin Aar dalam karung!)


Baca juga : Jalan-Jalan ke Curug Lawe & Benowo



https://www.kulkasgendong.com/

https://www.kulkasgendong.com/

https://www.kulkasgendong.com/

https://www.kulkasgendong.com/

https://www.kulkasgendong.com/

https://www.kulkasgendong.com/

https://www.kulkasgendong.com/

https://www.kulkasgendong.com/

https://www.kulkasgendong.com/

https://www.kulkasgendong.com/

Berjalan kemana pun kami, sampah tak pernah lupa untuk dibawa pulang. Dan, tentunya salam sehat dari makanan sehat.

Baca juga : Hujan Kembang Api di Basecamp Mawar, Gunung Ungaran



https://www.kulkasgendong.com/

Untuk mengurus acara pernikahan pun, kami tidak menggunakan jasa EO atau semacamnya. Saya dan istri memutuskan untuk mengurus semua persiapan berdua. Dari mendesain undangan dan segala sesuatu kebutuhannya, mencetak, memotong-motong, hingga membuat dekorasi yang ada.

Tapi semua tidak akan bisa rampung tanpa bantuan mereka!



https://www.kulkasgendong.com/


Ditulis oleh Deta Widyananda, cuman salah login aja di account Mauren Fitri :p

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

4 comments

comments
15 Mei 2015 18.12 delete

Bikin dari awal sepatu sampe nikah butuh berapa lama itu mas?

Reply
avatar
16 Mei 2015 09.13 delete

setahun lebih dikit slams :|

Reply
avatar
27 Mei 2015 13.35 delete

Keren sekali mas mbak bisa jadi contoh

Reply
avatar
30 Mei 2015 21.54 delete

monggo dicoba,,,seru deh.. :)

Reply
avatar