Pabrik Gula De Tjolomadoe

https://www.kulkasgendong.com/

Pertama kali mendengar Pabrik Gula De Tjolomadoe ini, aku langsung membayangkan mesin-mesin pabrik gula yang gede-gede dan pasti cerobong asap pabrik. Itu memang ciri khas dari pabrik-pabrik gula pada umumnya 'cerobong asap yang gede', di daerah Klaten dan Kendal pun pabrik gula ya seperti itu, tapi kalo yang ini pabriknya di Solo. Yang jadi POI (Point Of Interest) aku, ya liatin cerobong asapnya.

Jadi apa yang menarik dari Pabrik Gula De Tjolomadu ini, pertama ini adalah bekas pabrik gula yang di sulap menjadi museum gitu. Yah cukup mengagumkan, dengan mempertahankan bentuk asli pabrik ini, De Tjolomadoe juga menambahkan cafe-cafe di dalam museum. Jadi ketika keliling sih gak bakal kelaperan atau kehausan.

Hunting Kereta Api di Rawa Pening

https://www.kulkasgendong.com/

Yang bikin asyik lagi, masuk museumnya free lho alias bebas biaya, cuman bayar pakir doang trus udah bisa keliling langsung ke museumnya. Yah, tapi minusnya disini belum ada guide gitu untuk bisa bercerita tentang pabrik yang didirikan oleh Mangkunegaran IV ini. Jadi ketika masuk emang harus teliti membaca setiap keterangan yang nempel disana.

Terus, apa saja yang disajikan oleh museum ini. Nah yang paling menarik adalah mesin-mesin super raksasa buatan Jerman ini masih pada tempatnya, dan kalau dilihat dari foto-foto lawasnya emang penempatannya gak banyak berubah. Dan kalo aku sih paling suka ubinnya, sangat klasik gitu trus perhatikan juga pas jalan ada kaya bekas rel di ubinnya.

Bercengkrama Di Kebun Teh Tambi

https://www.kulkasgendong.com/

https://www.kulkasgendong.com/

Nah, kalo untuk kaum milineal gini sih, pasti bisa dapet foto-foto ala instagram sepuasnya deh kalo disini. Karena Pabrik Gula De Tjolomadoe ini emang Instagramabel banget. Bagi pemburu gambar kayak aku, sudah langsung gelap mata pokoknya. Mau spot mana aja, bagiku Pabrik Gula De Tjolomadoe ini sangat menarik untuk diabadikan. Dan untuk yang suka motret model-model gitu, ati-ati aja kalo kebanyakan properti bisa disamperin satpam lho kalau gak ijin dulu.

Kalo pengen lihat hasil jepretanku di Pabrik Gula De Tjolomadoe, bisa lihat dibawah ini sekalian buat referensi spot Instagramable gitu.

Cara Membuat Foto Startrail

https://www.kulkasgendong.com/

https://www.kulkasgendong.com/

https://www.kulkasgendong.com/

https://www.kulkasgendong.com/

https://www.kulkasgendong.com/

https://www.kulkasgendong.com/

https://www.kulkasgendong.com/

https://www.kulkasgendong.com/

https://www.kulkasgendong.com/

https://www.kulkasgendong.com/


Travelling Itu Investasi


Kenapa travelling itu investasi, kalo untuk aku sih investasinya itu di pengalaman dan rasa kagum yang hanya bisa dirasakan oleh diri sendiri ketika sampai di tempat tertentu. Apa itu bisa dijadikan investasi? Ohhh iya, rasa bahagia dan rasa kagum itu investasi yang unlimited kalo buat aku. Jadi mungkin di setiap orang akan berbeda-beda sih rasanya.

Jadi aku masih ingat sekali rasa kagumku ketika pertama kali melihat Waisak di Borobodur kala itu, dan sampai sekarang aku masih ingat sekali bagaimana rasanya. Dan aku pun masih ingat rasanya pertama kali aku melihat sabana Bromo kala itu, ketika aku mau mendaki Semeru. Yah, rasa kagum itu, rasa haru itu, rasa syukur itulah yang buatku itu adalah investasi yang tak ternilai.

Lihat : Travel for Pre Wedding



Investasi yang yang satu ini memang bukan untuk diuangkan, tapi menambah experience. Sama halnya kita beramal, itu gak bakal nambah pundi-pundi keuangan, tapi kita investasi kebaikan. Yah salah satu keuntungan travelling pun menambah teman yang berada nun jauh disana, nah itu juga bisa masuk investasi nambah sodara.

Ya, ada kalanya aku ngawur banget ketika lagi jalan-jalan. Bawa uang secukupnya untuk satu perjalanan. Pernah cuman bawa 250 ribu doang sampe ke Bandung dan Sukabumi, pernah juga bawa cuman bawa 150 ribu doang untuk keliling Pacitan dan ke Wonosari, pernah juga sampai Bali cuman bawa 50 ribu doang. Yah, ini jadi pembelajaran sendiri buatku lah, soalnya travelling seperti ini akan sangat beresiko sekali, selain gak bisa makan takut gak bisa pulang. Hahaha

Lihat : Panorama Pantai Klayar Pacitan 



Jadi, kemarin ketika ikut Kopdar Investarian Manulife. Ada hal yang menarik buat aku yaitu tentang investasi untuk travelling. Masuk akal juga ketika travelling dan duitnya gak cukup lalu pinjem uang, pada akhirnya kita akan bayar bunga dan biaya travellingnya jadi lebih mahal. Tapi ketika kita mau menunda dulu dan kemudian manabung itu akan jadi cerita bebeda, biayannya akan terkontrol.

Tapi beda lagi ketika kita gak cuman menabung tapi kita investasikan tabungan tersebut, apa yang akan terjadi bila begini. Yah, dengan tidak sadar tabungan itu kan jadi lebih banyak dengan apa yang kita tabungkan. Jadi asumsinya kita bisa travelling di dua tempat sekaligus. Karena tabungan yang kita investasikan jumlahnya bisa berkembang dua kali lipat lebih banyak daripada yang kita tabungkan.

Lihat : Baluran Tidak Hanya Sabana Bekol


Yah, tapi untuk cara ini monggo aja, itu kebijakan masing-masing individu. Ada yang suka nggembel kayak aku, ada juga yang emang harus dipikir matang-matang, ada juga yang suka share cost. Tapi mungkin untuk cara investasi ini akan aku aplikasikan ke bucket listku yang mahal. Aku memang gak suka ke luar negri, tapi ada satu negara yang pengen banget aku kunjungi. Yaitu Jerusalem, mungkin ini akan jadi trip mahalku kalo kesampaian.

Kalo kalian gimana gengs??



Cara Membuat Foto Startrail

https://www.kulkasgendong.com/

Bagaimana sih cara membuat foto startrail? Yah, untuk trik foto startrail ini emang agak tricky sih. Iya gimana enggak untuk membuat foto startrail ini harus nambahin alat lagi di kamera kita, kalo kagak ya nambahin aplikasi timelapse di kamera kita. Kalo beruntung sih malah udah ada fitur timelapse-nya di kamera kita, kalo ini sih tergantung kamera kita ya.

Kenapa sih harus nambahin alat begituan? Karena kamera era sekarang beda dengan analog, kamera yang kita sudah pake digital, ketika shuter mau bulb sampe 2-3 jam masih oke kalau di kamera analog. Tapi kalo di kamera digital, yah kalo gak sensornya yang njebluk atau batreinya yang kobong.

Baca juga : Pengaturan Kamera Untuk Motret Milkyway

Yah, selanjutnya adalah alat yang kita perlukan apa sih? Untuk kamera yang belum ada fitur atau aplikasi timelapse-nya bisa ditambahin nama alatnya intervalometer. Fungsinya sama untuk memotret foto secara continue yang waktunya bisa kita setting semau kita. Dan yang pasti sih tripod, karena ini juga salah satu senjata utama untuk membuat foto startrail.

https://www.kulkasgendong.com/

Oke, langkah selanjutnya adalah mencari spot untuk motret bintang, ya diusahkan cari tempat yang minim polusi cahaya. Gimana caranya untuk mencarinya, yah kalo ini jelas harus riset ke tempat itu. Kalo emang gak sempat riset karena udah jalan juga oke, ya tapi tetep carilah tempat yang dimana bisa melihat bintang secara jelas dengan kasat mata.

Baca juga : Kapan Waktu Yang Tepat Untuk Motret Milkyway?

Terus gimana untuk setting kameranya? Yah, inilah trik selanjutnya. Usahakan shutter speed dimentokin di 30 second, kenapa gak dibulb? Bisa aja kalo itu pake intervalometer. Tapi ketika pake applikasi kalo aku sarankan di speed 30 second.

https://www.kulkasgendong.com/

Kenapa mesti begitu? Simple, karena kita mau motret bintang sampe terlihat garisnya jadi kita butuh slow speed. Jadi pada prinsipnya kita motret seperti itu secara continue dengan interval waktu yang kita tentukan. Tapi ketika membuat startrail, kita harus set interval waktu seminim mungkin misal 1 detik.

Baca juga : BROMO Diary Foto, Star Trail and Timelapse

Karena ketika kita set interval waktu motret tidak seminimal mungkin, akan terjadi jarak garis bintang yang kita potret. Dan efeknya adalah ketika diedit startrailnya akan jadi garis putus-putus bukan jadi garis yang rata.

https://www.kulkasgendong.com/

Oke, misal kita sudah dapat gambar 50 foto bintang tadi. Langkah selanjutnya adalah editing, terus bagaimana ngeditnya? bisa tonton video di bawah ini. Jadi foto-foto tadi harus di gabungin di photoshop, kemudian edit biasalah warna exposure dan sebagainya, lalu jadilah foto startrail tersebut.


Jadi mungkin, akan agak rumit pada awalnya. Tapi ketika sudah praktek membuat foto startrail, secara tidak langsung akan terbiasa dan akan sangat mudah membuatnya. Jadi membuat foto startrail ini juga harus belajar dikitlah, untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Dan ini adalah gambar yang sudah berhasil aku buat cek aja dibawah ini.

Baca juga : Mendaki Dinginnya Gunung Lawu

https://www.kulkasgendong.com/

https://www.kulkasgendong.com/

https://www.kulkasgendong.com/

https://www.kulkasgendong.com/

Hunting Kereta Api di Rawa Pening

https://www.kulkasgendong.com/

Jadi kemarin saya ini penasaran sama spot hunting kereta api di Rawa Pening dengan objek kereta api dan background Gunung Merbabu dan Telomoyo. Akhirnya kesampaian juga motret yang kayak gitu. Dan dari Rawa Pening ini, kita akan disuguhi pemandangan klasik yang tak bisa kita lewatkan begitu aja.


Jadi spot ini, sebenernya mudah sekali lokasinya. Kalo tau jembatan biru di Tuntang, pasti akan mudah menemukan tempat ini. Kalo dari jembatan Tuntang menuju ke jembatan biru, itu hanya lurus terus jangan belok kanan, memang sih jalannya kelihatan kecil, tapi cukup kok mobil masuk, asal jangan sampai sawahnya aja. Tapi tenang saya akan share lokasinya https://goo.gl/maps/VA4G3oEh2Zt.


Baca juga : Motret Malam di Rawa Pening



https://www.kulkasgendong.com/


https://www.kulkasgendong.com/

Karena lokasi ini dari jarak kereta agak jauh, jadi saya sarankan untuk pakai lensa tele dan juga saya sarankan untuk bawa payung karena panas, hahahha

Mungkin besok kalo ada waktu pengen nyoba milkyway-an disini, kayaknya sih oke karena tempatnya terbuka banget.

Jadwal kereta api ini lewat setiap 2 jam sekali, mulai jam 10, 12, dan jam 2. Jadi kalo mau hunting bisa jam segitu kalo mau dapet foto kereta pas lewat. Dan terkadang lokomotifnya berubah-ubah, beruntung kalo pas dapet kereta uapnya.



Dan ini beberapa hasil yang sempat saya abadikan.
Juga sedikit dokumentasi video suasana di tempat ini.

Baca juga : Review Tas LBB Echelon S Untuk Dijadikan Tas Kamera



https://www.kulkasgendong.com/


https://www.kulkasgendong.com/


https://www.kulkasgendong.com/

https://www.kulkasgendong.com/


https://www.kulkasgendong.com/


https://www.kulkasgendong.com/


https://www.kulkasgendong.com/


https://www.kulkasgendong.com/


https://www.kulkasgendong.com/





Lihat juga : Baluran Tidak Hanya Sabana Bekol



Makasih semuanya.

Review Tas LBB Echelon S Untuk Dijadikan Tas Kamera

Disini aku akan sedikit mencoba review tas LBB Echelon S untuk dijadikan tas kamera. Oke, jadi sebenarnya aku bingung ketika memilih tas kamera yang proper untuk kameraku. Jatuhlah pilihanku ke tas LBB Echelon S, tas seri Echelon ini punya dua seri yang satu seri M satunya lagi seri S. Nah, yang aku pakai ini adalah yang seri S karena bentuknya yang lebih kecil.

Jadi tas ini punya dua layer, yang luar itu dia pakai bahan 600D Poly outer with DWR (Durable Water Repellent) coating. Yang mana bahan ini sebenarnya udah tahan untuk air dan layer dalemnya tas ini pakai 3mm floating ewaterproof TPU tarp liner. Sudah dua bahan ini sudah jelas bisa menahan air ketika kita kehujanan ketika memotret.



https://www.kulkasgendong.com/


https://www.kulkasgendong.com/

Motivasinya begini, seperti kata Kai Wong "kamu bawa tas kamera, tapi tasnya gak waterproof, trus fungsinya tas kameramu apa?".Nah, dari situlah aku berniat untuk mengganti tas kamera buluk punyaku. Dan yang paling membanggakan adalah tas ini adalah produk Indonesia.


Tapi karena tas ini sebenernya bukan untuk tas kamera, jadi aku harus rela menambah insert bag kamera, biar tas ini bisa enak untuk menyimpan dan mempermudah menejemennya. Tas LBB Echelon S ini fungsi aslinya adalah untuk bersepeda, jadi ya tas ini durabilitynya tak usah diragukan lagi.


Baca juga : Pengaturan Kamera Untuk Motret Milkyway



https://www.kulkasgendong.com/

Nah untuk sepesifikasi yang lainnya mungkin dari zipper, tas ini pakai YKK. Terus untuk bucklenya ini keren banget tas ini pakai magnet, produk dari woojin duraflex. Kemudian tinggi tas ini 32cm dan lebarnya 43cm, cukup lega untuk beberapa lensa dan kamera serta bisa membawa beberap barang seperti jaket mungkin. Dan punya laptop jangan takut, karena tas ini juga menyediakan slot untuk laptop juga, mungkin muat laptop dengan ukuran sekitar 12 inch/13 inch.



https://www.kulkasgendong.com/

Nah lebih jelasnya bisa lihat video dibawah ini, bagaimana tas sepeda ini dijadikan tas kamera yang ampuh.


Lihat juga : Bromo Ala Instagram




Bercengkrama Di Kebun Teh Tambi

Bulan Agustus ini adalah bulan keberuntungan aku, karena aku berhasil mencoba rasanya teh yang masih alami dan belum ada campuran apapun di dalamnya. Tidak tanggung-tanggung aku berhasil mencoba di dua perusahaan teh besar di Jawa Tengah. Perkebunan Teh Tambi salah satunya, yang berada di Wonosobo. Saat mencoba bercengkrama di kebun teh Tambi ini, aku jadi ngerti bagaimana harusnya minum teh itu.

Oke, tapi aku hanya akan cerita tentang teh Tambi. Yah, setelah belajar mengenai teh aku jadi sedikit bisa menikmati teh dengan benar. Tapi ini juga membuat aku harus rela meninggalkan teh pada umumnya. Seperti kopi setelah bisa menikmati kopi dengan benar, aku juga rela meninggalkan kopi yang digunting, hahaha. Seperti quote kopi Kobuka Kalisidi "Kopi itu digiling, bukan digunting".



https://www.kulkasgendong.com/


https://www.kulkasgendong.com/


https://www.kulkasgendong.com/


https://www.kulkasgendong.com/

Di Wisata Agro Tambi, aku belajar mengenai jenis-jenis teh sekaligus prosesnya. Dan aku baru tau juga kalo teh hitam dan teh hijau itu hanya berbeda prosesnya saja. Tak hanya itu aku juga diajak keliling kebun teh untuk ikut memetik teh, mana saja teh yang boleh dipetik atau tidak, yah semua itu aku pelajari di sini.


Selanjutnya aku diajarkan bagaimana menyeduh teh dan cara meminumnya. Wow, unik sekali aku pikir bagaimana cara meminumnya. Caranya adalah diseruput, hampir seperti kopi cara ini memang paling enak untuk menikmatinya. Tapi seruputan teh harus melalui sela-sela gigi untuk menikmati aroma teh tersebut, yah ini bagian yang paling susah memang. Tapi sangat nikmat ketika berhasil melakukannya.


Baca juga : Hunting Kereta Api di Rawa Pening



https://www.kulkasgendong.com/


https://www.kulkasgendong.com/

Kemudian aku diajak berkeliling ke Agro Wisata Tanjungsari, yang jaraknya lumayan jauh juga dari Tambi kira-kira 45 menit perjalanan. Nah, di sini mungkin akan cocok sekali untuk mengajak si kecil untuk bermain di taman-taman bunga dan ada kolam renangnya juga bila si kecil ingin bemain air, sembari berkeliling di kebun teh. Tapi wahana yang menurutku lucu sih adalah wahana labirin sembari mencari jalan keluar kita diajak untuk belajar, karena lantainya ada tulisan tentang pengetahuan umum.



https://www.kulkasgendong.com/


https://www.kulkasgendong.com/


https://www.kulkasgendong.com/

Malam adalah waktu yang aku tunggu, karena aku penikmat malam jadi aku mencoba berkeliling ke kebun teh malam-malam, seru abis ternyata walaupun aku gak dapat yang aku inginkan yaitu motret milkyway. Tapi malam di kebun teh itu sesuatu banget, sangat damai, sangat nyaman. Yang belum pernah aku sarankan untuk mencoba, rasakan sensasinya dan hawanya ketika malam hari di sini.

Oke ini gambar-gambar yang berhasil aku jepret malam itu.

Baca juga : Pengaturan Kamera Untuk Motret Milkyway



https://www.kulkasgendong.com/


https://www.kulkasgendong.com/


https://www.kulkasgendong.com/


https://www.kulkasgendong.com/


https://www.kulkasgendong.com/


https://www.kulkasgendong.com/